Press "Enter" to skip to content

VERTIGO ; Ketika Bumi Terasa Berputar Sangat Cepat

Safwan Sy 2

VERTIGO ; Ketika Bumi Terasa Berputar Sangat Cepat Seolah Anda Tidak Mampu Berdiri

PENGERTIAN

Vertigo berasal dari istilah latin yaitu vertere yang berarti berputar, dan igo yang berarti kondisi. Vertigo merupakan subtipe dari “dizziness” yang secara definitif merupakan ilusi gerakan, dan yang paling sering adalah perasaan atau sensasi tubuh yang berputar terhadap lingkungan atau sebaliknya (Wahyudi, 2012).

Menurut Perdossi (2012) vertigo didefinisikan sebagai adanya sensasi gerakan dari tubuh atau lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit.

Sedangkan menurut Ikawati (2010) vertigo adalah satu jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan dan bukan merupakan salah satu bentuk migrain. Jika yang terasa berputar adalah diri sendiri, disebut vertigo subjektif. Kalau yang berputar adalah lingkungan sekitar, disebut vertigo objektif.

PENYEBAB

Vertigo seringkali disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam (alat keseimbangan atau bagian vestibular). Beberapa bentuk dan penyebab paling umum antara lain:

  1. BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)

BPPV yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala kearah tertentu. Jenis seperti ini umumnya tidak berat dan dapat diatasi. BPPV terjadi ketika partikel kalsium kecil (canaliths) menggumpal di dalam kanal telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam berfungsi mengirim sinyal ke otak mengenai gerakan kepala dan tubuh kita terhadap gravitasi. Hal ini membantu menjaga keseimbangan tubuh kita. BPPV dapat terjadi tanpa alasan yang jelas dan mungkin terkait dengan usia. Penyebab BPPV pada usia dibawah 50 tahun   adalah   cedera   kepala sedangkan pada  usia   lanjut   penyebab   paling   umum   adalah degenerasi sistem vestibular  dalam telinga. Penyebab   lainnya   dapat   berupa   infeksi dan  obat   ototoxic   seperti gentamisin.

  1. Penyakit Meniere

Penyakit meniere adalah gangguan telinga bagian dalam yang diduga disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga. Penyakit meniere menyebabkan serangan vertigo bersama dengan denging di telinga (tinitus) dan gangguan pendengaran.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan manusia tidak mampu mempertahankan posisi dalam berdiri tegak. Penyebab pasti meniere belum diketahui, namun terdapat beberapa teori termasuk pengaruh neurokimia dan hormonal abnormal pada aliran darah menuju labirin dan terjadi gangguan elektrolit dalam cairan labirin, reaksi alergi dan autoimun.

  1. Vestibular Neuritis atau Labyrinthitis

Vestibular neuritis atau labyrinthitis adalah masalah telinga bagian dalam yang ditandai dengan kejadian vertigo yang tiba-tiba dan kadang diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab paling sering adala infeksi virus atau bakteri. Infeksi menyebabkan peradangan di telinga bagian dalam, di sekitar saraf yang penting dalam membantu keseimbangan tubuh.

  1. Penyakit lainnya
Baca juga :   Jaringan Parut Mengganggu Penampilanmu ?

Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan vertigo , seperti pendarahan di otak, strok, tumor, multiple scelosis, cedera kepala dan migrain.

KLASIFIKASI

  1. Vertigo Perifer

Penggunaan istilah perifer menunjukkan bahwa kelainan atau gangguan ini dapat terjadi pada end-organ (utrikulus maupun kanalis semisirkularis) maupun saraf perifer. Vertigo Perifer adalah nyeri hebat, episodik, memberat oleh gerakan kepala dan sering disertai nausea, vomitus, diaphoresis dan nistagmus.

  1. Vertigo Sentral

Vertigo sentral dapat terjadi pada daerah pons, medulla, maupun serebelum. Kasus vertigo jenis ini hanya sekitar 20% – 25% dari seluruh kasus vertigo, tetapi gejala gangguan keseimbangan (disekulibrium) dapat terjadi pada 50% kasus vertigo. Penyebab vertigo sentral cukup bervariasi, di antaranya iskemia atau infark batang otak (penyebab terbanyak), proses demielinisasi (misalnya, pada sklerosis multipel, demielinisasi pascainfeksi), tumor pada daerah serebelopontin, neuropati kranial, tumor daerah batang otak, atau sebab lain.

Tabel 1 Perbedaan vertigo perifer dan vertigo sentral

  Vertigo perifer Vertigo sentral
Kejadian Episodik, onset mendadak Konstan
Arah nistagmus (spinning) Satu arah Bervariasi
Aksis nistagmus Horizontal atau rotatorik Horizontal, vertikal, oblik atau rotatorik
Tipe nistagmus Fase lambat dan cepat Fase ireguler atau setimbang (equal)
Hilang pendengaran, tinitus Bisa terjadi Tidak ada
Kehilangan kesadaran Tidak ada Dapat terjadi
Gejala neurologis lainnya Tidak ada Sering disertai defisit saraf kranial serta tanda-tanda serebelar dan piramidal

TANDA DAN GEJALA     

Vertigo merupakan suatu sindroma atau kumpulan gejala subjektif (symptoms) dan objektif (signs) dari gangguan alat keseimbangan tubuh.

  1. Gejala subjektif
  • Pusing, rasa kepala ringan
  • Rasa terapung, terayun
  • Mual
  • Tinitus/penurunan pendengaran/ telinga seperti tersumbat
  1. Gejala objektif
  • Keringat dingin
  • Pucat
  • Muntah
  • Sempoyongan waktu berdiri atau berjalan
  • Nistagmus (gerakan mata involunter, ritmis, bolak balik baik horizontal maupun vertikal atau berputar)

PEMERIKSAAN FISIK NISTAGMUS

Pemeriksaan neurologis umum sering tidak ditemukan kelainan, tetapi pada pemeriksaan nistagmus dapat ditemui kelainan. Nistagmus horizontal biasanya dijumpai pada vertigo  perifer, sedangkan nistagmus vertikal dan rotasional dijumpai pada vertigo sentral. Selain pemeriksaan nistagmus, perhatikan juga kesadaran pasien. Periksa juga nervus kranialis, sistem saraf sensoris dan motoris.

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS SPESIFIK VERTIGO

  1. Tes Romberg
  • Pemeriksa berada di belakang pasien
  • Pasien berdiri tegak dengan kedua tangan di dada, kedua mata terbuka
  • Diamati selama 30 detik
  • Setelah itu pasien diminta untuk menutup mata dan diamati selama 30 detik
  • Apabila dalam keadaan mata terbuka pasien sudah jatuh, menandakan ada kelainan serebelum
  • Apabila dalam keadaan mata tertutup pasien cenderung jatuh ke satu sisi, menandakan kelainan vestibular (propioseptif).
  1. Tes Romberg dipertajam
  • Pemeriksa berada di belakang pasien
  • Apabila dalam keadaan mata tertutup pasien cenderung jatuh ke satu sisi, menandakan kelainan vestibular (propioseptif).
  • Apabila dalam keadaan mata terbuka pasien sudah jatuh, menandakan ada kelainan serebelum
  • Intepretasi sama dengan tes Romberg
  • Kemudian pasien menutup mata dan diamati selama 30 detik
  • Pasien diamati dalam keadaan mata tebuka selama 30 detik.
  • Tumit pasien berada di depan ibu jari kaki yang lainnya
  1. Tes Tandem Gait
  • Pasien diminta berjalan disebuah garis lurus dengan menempatkan tumit di depan jari kaki sisi yang lain secara bergantian
  • Pada kelainan serebelar: pasien tidak dapat melakukan jalan tandem dan jatuh ke satu sisi
  • Pada kelainan vestibular: pasien akan mengalami deviasi ke sisi lesi.
  1. Tes Fukuda
  • Pemeriksa berada di belakang pasien
  • Tangan diluruskan ke depan, mata pasien ditutup
  • Pasien diminta berjalan ditempat 50 langkah
  • Tes fukuda dianggap tidak normal bila terdapat deviasi ke satu sisi > 30 derajat atau maju/mundur > 1 meter
  • Tes fukuda menunjukkan lokasi kelainan di sisi kanan atau kiri.
  1. Tes Past Pointing
  • Pasien diminta duduk dan mengangkat satu tangan dengan jari mengarah ke atas
  • Jari pemeriksa diletakkan di depan pasien
  • Pasien diminta dengan ujung jarinya menyentuh ujung jari pemeriksa beberapa kali dengan mata terbuka
  • Setelah itu lakukan dengan cara yang sama dengan mata tertutup
  • Ketika mata tertutup, jari pasien akan deviasi ke arah lesi: menunjukan kelainan di vestibular
  • Ketika terjadi hipermetri atau hipometri: menunjukkan kelainan serebelar.
  1. Tes Head Thrust
  • Pasien diminta memfiksasikan mata pada hidung/dahi pemeriksa
  • Setelah itu kepala digerakkan secara cepat ke satu sisi
  • Pada kelainan vestibular perifer akan dijumpai adanya sikadik
  1. Pemeriksaan Nistagmus Bedside Sederhana dengan Atau Tanpa Kacamata Frenzel
  • Pasien diminta mengikuti jari pemeriksa ke kiri atau ke kanan 30 derajat untuk melihat adanya nistagmus horizontal
  • Pasien ke arah atas dan bawah ikut jari pemeriksa untuk melihat adanya nistagmus vertikal
  1. Tes Head Shaking
  • Kepala pasien digerakkan ke kiri dan ke kanan 20 hitungan
  • Kemudian di amati adanya nistagmus vertikal atau horizontal
  1. Tes Dix-Hallpike
  • Pasien diminta menoleh 45 derajat ke satu sisi, setelah itu pasien dijatuhkan sehingga kepala menggantung 15 derajat di bawah bidang datar
  • Diamati adakah nistagmus atau tidak
  • Kemudian pasien tegak kembali dan diamati adakah nistagmus atau tidak
  • Hal yang sama dilakukan kembali pada sisi yang lainnya.
  • Pemeriksaan dix-hallpike ini dapat membedakan kelainan sentral atau perifer
  • Pada kelainan perifer didapatkan: latensi 3-10 detik, lama nistagmus 10-30 detik atau kurang dari 1 menit, adanya fatigue, disertai gejala vertigo yang berat.
  • Pada kelainan sentral: didapatkan nistagmus langsung muncul, tidak ada fatigue, dan gejala vertigo bisa ada atau tidak.
Baca juga :   Pertusis ; Batuk 100 Hari

PENATALAKSANAAN

  1. Terapi Farmakologi

Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk meringankan gejala, seperti mual atau mabuk yang berhubungan dengan vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau peradangan, maka obat antibiotik atau steroid dapat mengurangi pembengkakan dan menyembuhkan infeksi.

  • Obat Antivertigo

Antihistamin seperti betahistine, buclizine, cyclizine, dimenhydrinate dan promethazine, digolongkan sebagai supresan vestibular dan merupakan terapi utama untuk vertigo.

Pada kasus vertigo yang disebabkan penyakit meniere, dapat diberikan juga obat gologan lainnya (contohnya: prochlorperazine) dan perubahan gaya hidup (contohnya: diet rendah garam).

  • Vasodilator perifer dan activator serebral

Obat yang termsauk golongan ini seperti cinnerizine dan flunarizine dapat digunakan untuk mengatasi vertigo.

  • Benzodiazepine

Benzodiazepine seperti clonazepam, diazepam dan lorazepam digolongkan sebagai supresan vestibuler dan digunakan untuk terapi penyakit meniere dan neuritis vestibular. Obat ini dapat memodifikasi intensitas gejala dan berpotensi memodulasi tingkat kompensasi dari kerusakan vestibular.

  1. Operasi

Dalam beberapa kasus, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh masalah yang lebih serius seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, maka dengan mengatasi masalah-masalah tersebut seringkali membantu dalam meringankan vertigo.

  1. Terapi Alternatif

Berbagai terapi non-farmakologi dapat dicoba untuk mengatasi vertigo, mulai dari penggunaan obat herbal, akupuntur, meditasi, yoga, pengaturan diet, tai-chi, sampai terapi spiritual. Setiap orang bisa memilih mana yang lebih cocok dan sesuai dengan kondisi serta kemampuan yang dimiliki.

Baca juga :   Jaringan Parut Mengganggu Penampilanmu ?

ANJURAN UNTUK PENDERITA VERTIGO

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok, karena keduanya dapat memperburuk gejala vertigo.
  • Baringkan kepala dengan diganjal oleh dua atau lebih bantal.
  • Jangan mengubah posisi tubuh dengan cepat, terutama dari berbaring ke posisi duduk atau berdiri.
  • Pada waktu bangun pagi, bangkitlah secara perlahan, lalu duduklah sejenak selama 1 menit di pinggir tempat tidur sebelum beranjak berdiri.
  • Hindari gerakan membungkuk untuk mengambil suatu benda.
  • Hindari tindakan menggerakan kepala secara ekstrim, misalnya memutar-mutar dan menengadah ke atas.
  • Jika gejala vertigo sedang menyerang, arahkan pandangan ke tempat yang jauh untuk membantu mengurangi rasa pusing dan mual.
  • Duduklah segera pada saat pusing menyerang agar tidak terjatuh dan cedera.


REFERENSI

  • Anonim. 2014. MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 14, 2014/2015. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
  • Anonym. Apa Itu Vertigo (Online). http://dokita.co/blog/apa-itu-vertigo. Diakses 17 Desember 2017.
  • Ikawati, Zullies. 2010. Resep Hidup Sehat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2012. Pedoman Tata Laksana Vertigo. Jakarta: PERDOSSI.
  • Santiko, M. Wiwid. 2016. Pemeriksaan Neurologis Vertigo (Online). https://doktermuslim.com/pemeriksaan-neurologis-vertigo. Diakses 17 Desember 2017.

    • riccosafiira riccosafiira

      terima kasih juga sudah berkunjung di blog saya tentang vertigo..
      jika Sobat menyediakan product untuk menyamarkan skar/jaringan parut/keloid dan jika berkenan bisa saya pasang link ke website Sobat melalui artikel https://airmengalir.com/jaringan-parut/

Please Leave a Reply / Comment

%d bloggers like this: