Press "Enter" to skip to content

Pelajaran untuk Tak Gampang Menyerah Seharga Limapuluh Sen

Safwan Sy 0

Sobatku sekalian, pada artikel kali ini saya ingin berbagi kisah yang sangat luar biasa. Kisah “Pelajaran untuk Tak Gampang Menyerah Seharga Limapuluh Sen”  ini saya kutip secara utuh dari buku The landmark bestseller. Sobat mau tahu dari buku apa….??

Ayoo langsung saja kita simak kisahnya.

Pada suatu sore Tn. Darby tengah membantu pamannya menggiling gandum di sebuah penggilingan kuno. Pamann ya memiliki lahan pertanian besar yang juga ditinggah oleh banyak buruh tani. Tiba-tiba pintu terbuka dan masuk seorang bocah perempuan kecil, anak seorang buruh tani, yang melangkah dengan tenang dan berdiri di dekat pintu.

Pamannya menoleh kepada anak itu dan menghardik dengan kasar, “Kau mau apa?”

Dengan takut-takut anak itu menyahut, “Aku disuruh ibu minta uang limapuluh sen.”

“Tidak,” bentak sang paman dengan ketus, “Sekarang pulanglah.”

“Baik, tuan,” sahut anak kecil itu. Tapi dia tidak juga beranjak.

Sang paman meneruskan pekerjaannya, dan saking sibuknya dia tak sempat melihat si bocah kecil yang tetap saja diam ditempatnya. Ketika akhirnya dia melihat anak itu masih berdin di sana, dia membentak dengan garang, “Sudah kubilang, pulanglah!  Atau mau kupukul?”

Anak itu lagi-lagi bilang “Ya,” tapi tak selangkahpun beringsut dari tempatnya.

Sang paman membanting sekarung gandum yang sedianya akan dia tuang ke atas batu penggilingan, lalu memungut sebilah kayu dan menghampiri anak itu dengan wajah sangat murka.

Baca juga :   Pelajaran dari kisah 4 Lilin dan Seorang Anak Kecil

Darby menahan napas. Hatinya yakin dia akan segera melihat adegan pembantaian. Dia tahu benar, pamannya itu mudah naik pitam. Ketika sang paman sudah sampai di tempat gadis cilik itu berdiri, tanpa diduga bocah kecil itu dengan sigap melangkah maju, menatap tajam mata sang paman dan berteriak sampai serak “IBUKU MINTA LIMAPULUH SEN!”

Langkah sang paman terhenti, memandangi anak itu sesaat, lalu dengan perlahan meletakkan kayu di tangannya, merogoh sakunya, mengambil uang limapuluh sen, dan menyerahkannya kepada bocah perempuan itu.

Gadis kecil itu menerima uang yang terulur padanya dan dengan perlahan-lahan melangkah mundur ke pintu, tanpa sedetikpun mengalihkan pandangannya dan lelaki tua yang baru saja dia kalahkan. Sesudah bocah itu berlalu, sang paman duduk tercenung di atas sebuah kotak sambil menerawang ke luar jendela selama lebih dari sepuluh menit. Dengan setengah masygul dia merenungi kekalahan telak yang baru saja dialaminya.

Tn. Darby sendiri juga tak habis pikir. Baru sekali itu dia menyaksikan gadis kecil anak buruh penggarap lahan yang dengan berani mempecundangi orang dewasa. Bagaimana dia bisa melakukan semua itu? Apa yang sebenarnya terjadi pada sang paman sampai-sampai lelaki tua itu menjadi luluh dan mendadak sontak bersikap sangat patuh mirip seekor anak domba? Kekuatan aneh apa tersimpan pada gadis kecil itu sampai dia bisa menaklukkan lelaki tua yang tak lain adalah tuan tanahnya? Semua pertanyaan itu memenuhi benaknya, namun sampai bertahun-tahun dia tak juga menemukan jawabannya sebelum akhimya dia mengisahkan kejadian tersebut kepada penulis (Napoleon Hill).

Baca juga :   Rp. 20.000,- Perjam ; Permintaan Anak Perempuan Kecil kepada Ayahnya

Anehnya, kisah luar biasa itu dia tuturkan kepada penulis di tempat penggilingan gandum yang sama, di mana sang paman menerima pukulan telak itu beberapa tahun yang silam.

Ketika kami berdiri di penggilingan gandum tua yang dipenuhi debu itu, Tn. Darby terus mengulang-ulang kisah penaklukan luar biasa itu dan menutupnya dengan sebuah pertanyaan Bagaimana kau memaknainya? Kekuatan aneh apa yang dimiliki gadis kecil itu yang memberikan pukulan telak pada pamanku?

Jawaban atas pertanyaan ini dapat ditemukan pada prinsip-prinsip yang akan dijelaskan dalam buku ini (Think and Grow Rich by Napoleon Hill). Jawaban lengkap dan menyeluruh , yang disertai rincian dan petunjuk yang memungkinkan semua pembaca mengerti dan pada gilirannya menerapkan kekuatan sejenis seperti yang ada pada anak itu.

Please Leave a Reply / Comment