Press "Enter" to skip to content

Memilih Metode dan Jenis Alat Kontrasepsi yang Sesuai

Safwan Sy 0

Kontrasepsi terdiri dari dua kata, yaitu kontra (menolak) dan konsepsi (pertemuan antara sel telur yang telah matang dengan sel sperma), maka kontrasepsi dapat diartikan sebagai cara untuk mencegah pertemuan antara sel telur dan sel sperma sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan.

Prinsip dasar metode kontrasepsi adalah mencegah sel sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita (fertilisasi) atau mencegah sel telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim.

Banyak metode dan alat kontrasepsi yang bisa digunakan sesuai kebutuhan dan kanyamanan bagi penggunanya. Purwoastuti (2015) mengemukakan ada beberapa jenis kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia, antara lain:

  1. Spermisida

Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma sehingga tidak akan membuahi sel telur di dalam rahim. Jenis spermisida terbagi menjadi Aerosol (busa), tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film dan krim.

Kelebihan

  • Efektif seketika (busa dan krim).
  • Tidak mengganggu produksi ASI.
  • Tidak mengganggu kesehatan pengguna.
  • Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
  • Mudah digunakan.
  • Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual.
  • Tidak memerlukan resep atau pun pemeriksaan medis.

Kekurangan

  • Iritasi vagina atau iritasi penis dan tidak nyaman.
  • Gangguan rasa panas di vagina.
  • Tablet busa vagina tidak larut dengan baik.
  1. Cervical Cap

Merupakan kontrasepsi wanita, terbuat dari bahan latex, yang dimasukkan ke dalam liang vagina dan menutupi leher rahim. Cervical Cap berfungsi sebagai barrier (penghalang) agar sperma tidak masuk ke dalam rahim sehingga tidak terjadi kehamilan. Setelah berhubungan, Cap tidak boleh dibuka minimal selama 8 jam. Agar efektif, Cap biasanya dicampur pemakaian dengan jeli spermisida.

Kelebihan

  • Bias dipakai jauh sebelum berhubungan.
  • Mudah dibawa dan nyaman.
  • Tidak mempengaruhi siklus haid.
  • Tidak mempengaruhi kesuburan.

Kekurangan

  • Tidak melindungi dari HIV/AIDS.
  • Butuh fitting sebelumnya.
  • Ada wanita yang tidak bisa muat (fiited).
  • Kadang pemakaian dan pembukaannya agak sulit.
  • Kemungkinan reaksi alergi.
  1. Suntik

Suntikan kontrasepsi diberikan setiap 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali. Suntikan kontrasepsi mengandung hormon progesteron yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh wanita selama 2 minggu pada setiap awal siklus menstruasi. Hormon tersebut mencegah wanita untuk melepaskan sel telur sehingga memberikan efek kontrasepsi. Disarankan penggunaan kondom saat berhubungan pada minggu pertama pemakaian kontrasepsi suntik.

Baca juga :   Deteksi Dini Kanker Cervix Melalui Pemeriksaan Pap Smear

Kelebihan

  • Dapat digunakan oleh ibu yang menyusui.
  • Tidak perlu diminum setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.
  • Darah menstruasi menjadi lebih sedikit dan membantu mengatasi kram saat menstruasi.

Kekurangan

  • Dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
  • Dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita.
  • Tidak terlindung terhadap penyakit menular seksual.
  • Harus mengunjungi dokter/klinik setiap 1 atau 3 bulan sekali untuk mendapatkan suntikan berikutnya.
  1. Implan / Susuk

Implan atau susuk merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk batang dengan panjang sekitar 4 cm yang di dalamnya terdapat hormon progesteron, implan ini kemudian dimasukkan ke dalam kulit di bagian lengan atas. Hormon tersebut kemudian akan dilepaskan secara perlahan dan implan ini dapat efektif sebagai alat kontrasepsi selama 3 tahun.

Kelebihan

  • Dapat mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu 3 tahun.
  • Dapat digunakan oleh wanita yang menyusui.
  • Tidak perlu diminum setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.

Kekurangan

  • Dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
  • Tidak terlindung terhadap penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita.
  1. Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Lactational Amenorrhea Method (LAM) adalah metode kontrasepsi sementara mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya. Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat dikatakan sebagai metode keluarga berencana alamiah atau natural family planning, apabila tidak dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.

Kelebihan

  • Efektifitas tinggi (98% apabila digunakan selama 6 bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif.
  • Dapat segera dimulai setelah melahirkan.
  • Tidak memerlukan prosedur khusus, alat maupun obat.
  • Tidak memerlukan perawatan medis.
  • Tidak mengganggu hubungan seksual.
  • Mudah digunakan dan tidak membutuhkan biaya.
  • Tidak menimbulkan efek samping sistemik.
  • Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.

Kekurangan

  • Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan.
  • Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif.
  • Tidak terlindung terhadap penyakit menular seksual.
  • Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak menyusui.
  • Kesulitan dalam mempertahankan pola menyusui secara eksklusif.
  1. IUD dan IUS

Intra uterine device (IUD) merupakan alat kecil berbentuk seperti huruf T yang lentur dan diletakkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan, efek kontrasepsi didapatkan dari lilitan tembaga yang ada di badan IUD. IUD merupakan salah satu kontrasepsi yang sangat efektif dan paling banyak di dunia. Efektifitas IUD sangat tinggi sekitar 99,2 – 99,9%.

Baca juga :   Kehamilan Ektopik: Hamil di Luar Kandungan

Saat ini sudah ada modifikasi lain dari IUD yang disebut dengan intra uterine system (IUS), bila pada IUD efek kontrasepsi berasal dari lilitan tembaga dan dapat efektif selama 12 tahun, maka pada IUS efek kontrasepsi didapat melalui pelepasan hormon progesteron dan efektif selama 5 tahun.

Baik IUDS maupun IUS mempunyai benang plastik yang menempel pada bagian bawah alat, benang tersebut dapat diraba dengan jari di dalam vagina, tetapi tidak terlihat dari luar vagina. Disarankan untuk memeriksa keberadaan benang tersebut setiap habis menstruasi supaya posisi IUD dapat diketahui.

Kelebihan

  • Bagi wanita yang tidak tahan terhadap hormon dapat menggunakan IUD dengan lilitan tembaga.
  • IUS dapat membuat menstruasi menjadi lebih sedikit (sesuai untuk yang sering mengalami menstruasi hebat).

Kekurangan

  • Dapat terjadi risiko infeksi pada 4 bulan pertama pemakaian.
  • Alatnya (IUD/IUS) terkadang dapat keluar tanpa disadari.
  • Tembaga pada IUD dapat meningkatkan darah menstruasi dan kram menstruasi.
  • IUD/IUS dapat menancap ke dalam Rahim (jarang terjadi).
  • Perforasi Rahim (jarang terjadi).
  • Alat tersebut harus dipasang dan dilepas oleh tenaga medis.
  1. Kontrasepsi Darurat Hormonal

Morning after pill atau Kontrasepsi pascasanggama adalah hormonal tingkat tinggi yang di minum untuk mengontrol kehamilan sesaat setelah melakukan hubungan seks yang berisiko. Pada prinsipnya pil tersebut bekerja dengan cara menghalangi sperma mencapai dan memasuki sel telur dan memperkecil terjadinya pembuahan.

Kelebihan

  • Memengaruhi hormon.
  • Digunakan paling lama 72 jam setelah terjadi hubungan seksual tanpa kontrasepsi.

Kekurangan

  • Terjadi mual dan muntah.
  1. Kontrasepsi Patch

Kontrasepsi koyo berbentuk plester atau patch merupakan kontrasepsi hormonal yang melepaskan hormon estrogen dan progesteron melalui aliran darah. Mencegah kehamilan dengan cara yang sama seperti kontrasepsi oral (pil). Cara pemakaiannya adalah dengan menempelkannya pada kulit di bagian bokong, perut, punggung atau lengan bagian atas.

Kelebihan

  • Wanita menggunakan pacth kontrasepsi (berbentuk seperti koyo) untuk penggunaan selama 3 minggu dan 1 minggu berikutnya tidak perlu menggunakan koyo.

Kekurangan

  • Efek samping sama dengan kontrasepsi oral, namun jarang ditemukan adanya perdarahan tidak teratur.
  1. Kontrasepsi Oral / Pil

Kontrasepsi oral atau pil dapat berupa pil kombinasi (berisi hormon estrogen dan progesteron) atau pun hanya berisi progesteron saja. Pil kotrasepsi bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi dan mencegah terjadinya penebalan dinding rahim. Disarankan penggunaan kondom saat berhubungan seksual pada minggu pertama pemakaian pil kontrasepsi.

Kelebihan

  • Mengurangi risiko terkena kanker rahim dan kanker endometrium.
  • Mengurangi darah menstruasi dan kram saat menstruasi
  • Dapat mengontrol waktu untuk terjadinya menstruasi
  • Untuk pil tertentu dapat mengurangi timbulnya jerawat atau pun hirsuntism (rambut tumbuh menyerupai pria).
Baca juga :   Usia Remaja ; Apa Saja Karakter dan Tugasnya ??

Kekurangan

  • Tidak terlindung terhadap penyakit menular seksual.
  • Harus rutin diminum setiap hari.
  • Saat pemakaian pertama dapat menimbulkan gejala pusing dan spotting.
  • Efek samping yang mungkin dirasakan adalah sakit kepala, depresi, letih, perubahan mood dan menurunnya nafsu seksual.
  • Pil tertentu harganya bisa mahal dan memerlukan resep dokter untuk pembeliannya.
  1. Sterilisasi

Kontrasepsi mantap pada wanita atau MOW (Metode Operasi Wanita) atau tubektomi, yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. Kontrasepsi mantap pada pria atau MOP (Metode Operasi Pria) atau vasektomi yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar.

Kelebihan

  • Lebih aman, karena keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan cara kontrasepsi lainnya.
  • Lebih praktis, karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja.
  • Lebih efektif, karena tingkat kegagalannya sangat kecil dan merupakan cara kontrasepsi yang permanen.
  • Lebih ekonomis, karena hanya memerlukan biaya untuk satu kali tindakan saja.

Kekurangan

Tubektomi (MOW)

  • Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan.
  • Ada kemungkinan adanya risiko pembedahan

Vasektomi (MOP)

  • Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak.
  • Harus ada tindakan pembedahan minor.
  1. Kondom

Kondom merupakan jenis kontrasepsi penghalang mekanik. Kondom mencegah kehamilan dan infeksi penyakit kelamin dengan cara menghentikan sperma untuk masuk ke dalam vagina. Efektifitas dari kondom pria antara 85 – 98% sedangkan efekifitas kondom wanita antara 79 – 95%. Sebaiknya kondom pria dan wanita jangan digunakan secara bersamaan.

Kelebihan

  • Bila digunakan secara tepat maka kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual.
  • Kondom tidak mempengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka panjang.
  • Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau.

Kekurangan

  • Penggunaan kondom memerlukan latihan dan tidak efisien.
  • Karena sangat tipis maka kondom mudah robek bila tidak digunakan tepat atau tidak disimpan sesuai aturan.
  • Beberapa pria tidak dapat mempertahankan ereksinya saat menggunakan kondom.
  • Setelah ejakulasi, pria harus menarik penisnya dari vagina, bila tidak maka dapat terjadi risiko kehamilan.
  • Kondom yang terbuat dari latex dapat menimbulkan alergi bagi beberapa pengguna.

 

Referensi:

Purwoastuti, Endang dan Elisabeth Siwi Walyani. 2015. Panduan Materi Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

 

Please Leave a Reply / Comment