Press "Enter" to skip to content

Apa Itu Penyakit Campak ?

0

Campak

Campak adalah suatu penyakit yang sangat menular bahkan dapat menyebabkan komplikasi seumur hidup yang serius dan kematian. Campak disebut juga rubella, morbilli, atau measles. Penyakit ini ditandai dengan gejala awal demam, batuk, pilek, dan konjungtivitis yang kemudian di ikuti dengan bercak kemerahan pada kulit (Rash). Campak biasanya menyerang anak usia pra sekolah dan usia sekolah dasar.

Etiologi

Penyakit campak disebabkan oleh virus campak, anggota Genus Morbillivirus golongan Paramyxovirus. Paramyxovirus memiliki diameter 100-200 nm dengan single-stranded RNA.

Virus campak dapat bertahan selama beberapa hari pada temperatur 0oC dan selama 15 minggu pada sediaan beku. Di luar tubuh manusia virus ini mudah mati. Pada suhu kamar, virus ini akan kehilangan infektivitasnya sekitar 60% selama 3-5 hari. Virus campak cepat tidak aktif oleh panas, cahaya, pH asam, eter dan tripsin. Virus ini mudah hancur oleh sinar ultraviolet.

Penularan

Penularan terjadi melalui udara dengan penyebaran droplet, batuk, bersin, kontak langsung, secret hidung atau tenggorokan dari orang-orang yang terinfeksi. Masa penularan berlangsung mulai dari hari pertama sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4 hari setelah munculnya ruam.

Masa inkubasi penyakit campak antara 10-12 hari.

Semua orang yang belum pernah imunisasi campak rentan terhadap penularan penyakit ini, dari anak-anak, wanita hamil, hingga orang dewasa, walaupun sebagian besar kasus campak menyerang anak-anak usia pra sekolah dan usia sekolah dasar.

Campak dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) apabila terdapat 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi mengelompok dan dibuktikan adanya hubungan epidemiologis.

Gambaran Klinis

Penyakit campak terbagi dalam 3 stadium, yaitu:

  1. Stadium Kataral (Prodomal)
Baca juga  Seberapa Jauh Kita Mengetahui Tentang Imunisasi..??

Berlangsung 4-5 hari, gejala menyerupai influenza, yaitu demam, malaise, batuk, fotofobio, konjungtivitis, dan koriza. Gejala khas adalah timbulnya bercak koplik menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantem. Bercak koplik berwarna putih kelabu, sebesar ujung jarum, dikelilingi oleh eritema dan berlkalisasi di mukosa bukalis berhadapan dengan molar bawah.

  1. Stadium Erupsi

Gejala pada stadium kataral bertambah dan timbul enantem di palatum durum dan palatum mole. Kemudian terjadi ruam eriotematosa yang berentuk macula papula disertai meningkatnya suhu badan. Ruam mula-mula timbul di belakang telinga, di bagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut, dan bagian belakan bawah. Dapat terjadi perdarahan ringan, rasa gatal, dan muka bengkak. Ruam mencapai anggota bawah pada hari ketiga dan menghilang sesuai urutan terjadinya. Dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening madibula dan leher bagian belakang, splenomegaly, diare dan muntah. Variasi lain adalah black measles yaitu morbili yang disertai perdarahan pada kulit, mulut, hidung dan traktus digestivus.

  1. Stadium Konvalesensi

Gejala-gejala pada stadium katara mulai menghilang, erupsi kulit berkurang dan meninggalkan bekas di kulit berupa hiperpigmentasi dan kulit bersisik yang bersifat patognomonik.

Komplikasi

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk kebutaan, esefalitis, diare berat dan dehidrasi serta infeksi pernapasan lanjut seperti pneumonia.

Pencegahan

Cara pencegahan yang paling efektif untuk memberantas campak adalah dengan pemberian imunisasi  (diberikan pada bayi usia 9 bulan) terutama pada semua anak-anak dan daerah yang endemik campak.

Ibu yang pernah menderita campak akan menurunkan kekebalannya kepada janin yang dikandungnya melalui plasenta, dan kekebalan ini bisa bertahan sampai bayinya berusia 4-6 bulan. Pada usia 9 bulan bayi diharapkan membentuk antibodinya sendiri secara aktif setelah menerima vaksinasi campak.

Baca juga  Vaksin Hepatitis B Rekombinan

Pemberian imunisasi (vaksin) campak 1 kali akan memberikan kekebalan selama 14 tahun, sedangkan untuk mengendalikan penyakit diperlukan cakupan imunisasi paling sedikit 80% per wilayah secara merata selama bertahun-tahun.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan antipiretik bila suhu tubuh tinggi, pemberian vitamin A dosis tinggi sesuai usia, sedatif, obat antitusif dan memperbaiki keadaan umum dengan memperhatikan asupan cairan dan kalori serta pengobatan antibiotik bila ada indikasi dan komplikasi. Kasus campak dengan komplikasi memerlukan rawatan inap di rumah sakit serta diisolasi untuk memutuskan rantai penularan pada orang lain.

 

Bahan Bacaan

  • Kuloni, Firdaus J. 2013. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular: untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Jakarta: CV. Trans Info Media.
  • Mansjoer, Arif, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2. Edisi III. Jakarta: Penerbitan Media Aesculapius FKUI.
  • Najmah. 2016. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: CV. Trans Info Media.

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »