Press "Enter" to skip to content

Vaksin Campak

0

VAKSIN CAMPAK KERING
( Sumber : www.biofarma.co.id )

 DESKRIPSI

Vaksin campak adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan, merupakan vaksin beku kering berwarna kekuningan pada vial gelas yang harus dilarutkan hanya dengan pelarut vaksin campak kering produksi PT Bio Farma yang telah disediakan secara terpisah. Vaksin campak ini berupa serbuk injeksi.

KOMPOSISI

Tiap dosis (0,5 mL) vaksin yang sudah dilarutkan mengandung:

Zat aktif:

  • Virus Campak strain CAM 70 tidak kurang dari 1.000 CCID50 (CCID50 = Cell Culture Infective Dose 50)

Zat tambahan:

  • Kanamisin sulfat tidak lebih dari 100 mcg
  • Eritromisin tidak lebih dari 30 mcg

Pelarut mengandung :

  • Air untuk injeksi

INDIKASI

Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit campak.

POSOLOGI

  • Vaksin dilarutkan dengan pelarut vaksin campak kering produksi PT Bio Farma sebanyak 5 mL pada setiap vial 10 dosis dan 10 mL pada setiap vial 20 dosis.
  • Imunisasi campak terdiri dari satu dosis tunggal 0,5 mL disuntikan secara subkutan pada lengan bagian atas setelah dilarutkan dengan pelarutnya, diberikan pada anak umur 9 bulan.
  • Dalam keadaan wabah imunisasi dapat diberikan mulai umur 6 bulan disusul dengan suntikan ulangan 6 bulan kemudian dengan 1 dosis 0,5 mL secara subkutan.

EFEK SAMPING

  • Vaksin campak dapat mengakibatkan sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntikan yang terjadi 24 jam setelah vaksinasi.
  • Pada 5-15 % kasus terjadi demam (selama 1-2 hari), biasanya 8-10 hari setelah vaksinasi.
  • Pada 2 % terjadi kasus kemerahan (selama 2 hari), biasanya 7-10 hari setelah vaksinasi.
  • Kasus ensefalitis pernah dilaporkan terjadi (perbandingan 1/1.000.000 dosis), kejang demam (perbandingan 1/3000 dosis).

PENANGANAN EFEK SAMPING

  • Orang tua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
  • Jika demam kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
  • Jika reaksi tersebut berat dan menetap bawa bayi ke dokter.
Baca juga  Fatwa MUI Nomor 04 Tahun 2016 Tentang Imunisasi

KONTRAINDIKASI

  • Terdapat beberapa kontraindikasi pada pemberian vaksin campak. Hal ini sangat penting, khususnya untuk imunisasi pada anak penderita malnutrisi.
  • Vaksin ini sebaiknya tidak diberikan bagi; orang yang alergi terhadap dosis vaksin campak sebelumnya, wanita hamil karena efek vaksin campak terhadap janin belum diketahui; orang yang alergi berat terhadap kanamisin dan eritromisin, anak dengan infeksi akut disertai demam, anak dengan defisiensi sistem kekebalan, anak dengan pengobatan intensif yang bersifat imunosupresif, anak yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap protein telur.

INTERAKSI OBAT

Tidak ada interaksi obat

PERINGATAN & PERHATIAN

  • Hindarkan vaksin dari sinar matahari langsung karena vaksin campak sensitif terhadap sinar ultraviolet.
  • Vaksin hanya boleh disuntikkan secara subkutan, tidak boleh secara intravena.
  • Bila anak telah diberikan imunoglobulin atau transfusi darah maka imunisasi harus ditangguhkan paling sedikit 3 bulan.
  • Setelah imunisasi, tes tuberkulin pada anak harus ditangguhkan sampai 2 bulan karena mungkin terjadi reaksi negatif palsu.

PENYIMPANAN

  • Vaksin campak beku kering disimpan pada suhu antara +2°C s/d +8°C.
  • Vial vaksin dan pelarut harus dikirim bersamaan, tetapi pelarut tidak boleh dibekukan dan disimpan pada suhu kamar.
  • Vaksin harus terlindung dari cahaya.
  • Waktu kadaluarsa 2 tahun.
  • Vaksin campak yang sudah dilarutkan, sebaiknya digunakan segera, paling lambat 6 jam setelah dilarutkan, apabila masih bersisa maka harus dimusnahkan.

KEMASAN

  • Dus : 10 vial @ 10 dosis + Pelarut Campak Dus @ 10 ampul @ 5 mL
  • Dus : 10 vial @ 20 dosis + Pelarut Campak Dus @ 10 ampul @ 10 mL

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »