Press "Enter" to skip to content

Usia Remaja ; Apa Saja Karakter dan Tugasnya ??

Safwan Sy 0

PENGERTIAN REMAJA

Remaja atau adolescence (Inggris) berasal dari bahasa Latin  yaitu adolescerce yang berarti tumbuh ke arah kematangan. Kematangan yang dimaksud meliputi kematangan fisik, sosial dan psikologi (Kumalasari dan Andhyantoro 2012 ; Widyastuti, dkk 2014).

Menurut Widyastuti, dkk (2014) masa remaja merupakan suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut dengan masa pubertas. Masa remaja juga disebut suatu periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa.

Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa peralihan yang secara berangsur-angsur mencapai kematangan seksual, mengalami perubahan jiwa dari jiwa kanak-kanak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan ekonomi dari ketergantungan menjadi relatif mandiri (Notoatmodjo, 2015).

BATASAN USIA REMAJA

Batasa usia remaja menurut WHO adalah 12 – 24 tahun.  Menurut BKKBN adalah 10 – 19 tahun. Sedangkan menurut Depkes RI adalah antara 10 – 19 tahun dan belum menikah (as cited in Widyastuti, dkk 2014).

Mohammad (1994) dalam Notoatmodjo (2015) mengemukakan bahwa remaja adalah anak berusia 13 – 25 tahun, dimana usia 13 tahun merupakan batas usia pubertas pada umumnya, yaitu ketika secara biologis sudah mengalami kematangan seksual, dan usia 25 tahun adalah usia ketika pada umumnya secara sosial dan psikologis mampu mandiri.

Baca juga :   Mual Muntah Berlebihan Selama Kehamilan (Hiperemesis Gravidarum)

Berdasarkan uraian di atas, Notoatmodjo (2015) mengemukakan ada dua hal penting menyangkut batasan remaja, pertama mereka sedang mengalami perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dan yang kedua perubahan menyangkut perubahan fisik dan psikologis.

KARAKTERISTIK REMAJA BERDASARKAN UMUR

Menurut Kumalasari dan Andhyantoro (2012) dan Widyastuti, dkk (2014) berdasarkan sifat atau ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu:

  1. Masa Remaja Awal (10 – 12 tahun)
  • Lebih dekat dengan teman sebaya.
  • Ingin bebas.
  • Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya.
  • Mulai berpikir abstrak.
  1. Masa Remaja Tengah (13 – 15 tahun)
  • Mencari indentitas diri.
  • Timbul keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.
  • Timbul perasaan cinta yang mendalam.
  • Kemampuan berpikir abstrak semakin berkembang.
  • Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual.
  1. Masa Remaja Akhir (16 – 19 tahun menurut Widyastuti, dkk (2014), sedangkan menurut Kumalasari dan Andhyantoro (2012) 17 – 21 tahun)
  • Pengungkapan kebebasan diri.
  • Lebih selektif dalam mencari teman sebaya.
  • Mempunyai citra tubuh (body image) terhadap dirinya sendiri.
  • Dapat mewujudkan perasaan cinta.
  • Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak.

PERKEMBANGAN REMAJA DAN TUGASNYA

Tugas pada setiap tahap perkembangan usia remaja dimaksudkan individu tersebut mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kepandaian, keterampilan, pengetahuan, sikap dan fungsi tertentu sesuai dengan kebutuhan pribadi. Kebutuhan pribadi itu sendiri muncul dari dalam diri yang dirangsang oleh kondisi disekitarnya  atau masyarakat sekitar (Kumalasari dan Andhyantoro 2012 ; Widyastuti, dkk 2014).

Baca juga :   Deteksi Dini Kanker Cervix Melalui Pemeriksaan Pap Smear

Tugas perkembangan remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas perkembangan remaja menurut Hurlock (1991) dalam Kumalasari dan Andhyantoro (2012) adalah sebagai berikut:

  1. Mampu menerima keadaan fisiknya.
  2. Mampu menerima dan memahami pesan seks usia dewasa.
  3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis.
  4. Mencapai kemandirian ekonomi.
  5. Mencapai kemandirian emosional.
  6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat.
  7. Memahami dan menginternalisasi nilai-nilai orang dewasa dan orang tua.
  8. Mengembangkan prilaku tanggug jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa.
  9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
  10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.

Pratiwi (2005) dalam Widyastuti, dkk (2014) mengemukakan tugas-tugas yang harus dipenuhi sehubungan dengan perkembangan seksualitas remaja adalah:

  1. Memiliki pengetahuan yang benar tentang seks dan berbagai peran jenis kelamin yang dapat diterima masyarakat.
  2. Mengembangkan sikap yang benar tentang seks.
  3. Mengenali pola-pola prilaku heteroseks yang dapat diterima masyarakat.
  4. Menetapkan nilai-nilai yang harus diperjuangkan dalam memilih pasangan hidup.
  5. Mempelajari cara-cara mengekspresikan cinta.

 

REFERENSI

  • Kumalasari, Intan. Iwan Andhyantoro. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  • Notoatmodjo, Soakidjo. 2015. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Widyastuti, Yani. dkk. 2014. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.
Baca juga :   Pesan Gizi Seimbang untuk Remaja Putri dan Calon Pengantin

 

 

Please Leave a Reply / Comment