Press "Enter" to skip to content

Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?

0

Pengertian PHBS

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Manfaat PHBS Bagi Rumah Tangga

  1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
  2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
  3. Anggota keluarga giat bekerja.
  4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Manfaat PHBS Bagi Masyarakat

  1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
  2. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan.
  3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
  4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.

PHBS DI BERBAGAI TATANAN

PHBS di Rumah Tangga

Berdasarkan pada Rapat Koordinasi Promosi Kesehatan Tingkat Nasional pada tahun 2007, di rumah tangga, sasaran primer harus mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan Rumah Tangga Ber-PHBS, yang mencakup:

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi bayi ASI eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik nyamuk
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

10 PHBS di Rumah Tangga

PHBS di Institusi Pendidikan

Di institusi pendidikan (kampus, sekolah, pesantren, seminari, padepokan dan lain-lain), sasaran primer harus mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan institusi Pendidikan Ber-PHBS, yang mencakup antara lain:

  1. Mencuci tangan menggunakan sabun
  2. Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat
  3. Menggunakan jamban sehat
  4. Membuang sampah di tempat sampah
  5. Tidak merokok, tidak mengkonsumsi Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA),
  6. Tidak meludah sembarang tempat
  7. Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain
Baca juga  Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat

PHBS di Tempat Kerja

Di tempat kerja (kantor, pabrik dan lain-lain), sasaran primer harus mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan Tempat Kerja Ber-PHBS, yang mencakup:

  1. Mencuci tangan dengan sabun
  2. Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat
  3. Menggunakan jamban sehat
  4. Membuang sampah di tempat sampah
  5. Tidak merokok, tidak mengkonsumsi NAPZA
  6. Tidak meludah sembarang tempat
  7. Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain.

PHBS di Tempat Umum

Di tempat umum (tempat ibadah, pasar, pertokoan, terminal, dermaga dan lain-lain), sasaran primer harus mempraktikan perilaku yang dapat menciptakan Tempat Umum Ber-PHBS, yang mencakup:

  1. Mencuci tangan dengan sabun
  2. Menggunakan jamban sehat
  3. Membuang sampah di tempat sampah
  4. Tidak merokok
  5. Tidak mengkonsumsi NAPZA
  6. Tidak meludah di sembarang tempat
  7. Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain

PHBS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Di fasilitas pelayanan kesehatan (klinik, Puskesmas, rumah sakit dan lain-lain), sasaran primer harus mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan Fasilitas pelayanan kesehatan Ber-PHBS, yang mencakup:

  1. Mencuci tangan dengan sabun
  2. Menggunakan jamban sehat
  3. Membuang sampah di tempat sampah
  4. Tidak merokok
  5. Tidak mengkonsumsi NAPZA
  6. Tidak meludah di sembarang tempat
  7. Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain

Sasaran Pembinaan PHBS

  1. Sasaran Primer

Sasaran primer berupa sasaran langsung, yaitu individu anggota masyarakat, kelompok-kelompok dalam masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan, yang diharapkan untuk mempraktikkan PHBS.

  1. Sasaran Sekunder

Sasaran sekunder adalah mereka yang memiliki pengaruh terhadap sasaran primer dalam pengambilan keputusannya untuk mempraktikkan PHBS. Termasuk di sini adalah para pemuka masyarakat atau tokoh masyarakat, yang umumnya menjadi panutan sasaran primer.

Pemuka atau tokoh adalah seseorang yang memiliki kelebihan di antara orang-orang lain dalam suatu kelompok atau dalam masyarakat. Ia akan menjadi panutan bagi kelompoknya atau bagi masyarakat karena ia merupakan figur yang menonjol. Di samping itu, ia dapat mengubah sistem nilai dan norma masyarakat secara bertahap, dengan terlebih dulu mengubah sistem nilai dan norma yang berlaku dalam kelompoknya.

Baca juga  Aspek Kesehatan dan Penyediaan Air Minum

Terdapat berbagai jenis tokoh masyarakat, seperti misalnya tokoh atau pemuka adat, tokoh atau pemuka agama, tokoh politik, tokoh pertanian, tokoh pendidikan, tokoh bisnis, tokoh pemuda, tokoh remaja, tokoh wanita, tokoh kesehatan dan lain-lain.

  1. Sasaran Tersier

Sasaran tersier adalah mereka yang berada dalam posisi pengambilan keputusan formal, sehingga dapat memberikan dukungan, baik berupa kebijakan/pengaturan dan atau sumber daya dalam proses pembinaan PHBS terhadap sasaran primer. Mereka sering juga disebut sebagai tokoh masyarakat formal, yakni orang yang memiliki posisi menentukan dalam struktur formal di masyarakatnya (disebut juga penentu kebijakan).

Dengan posisinya itu, mereka juga memiliki kemampuan untuk mengubah sistem nilai dan norma masyarakat melalui pemberlakuan kebijakan/pengaturan, di samping menyediakan sarana yang diperlukan.

 

Referensi

Kemenkes RI. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011 Tentang Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »