Press "Enter" to skip to content

Pesan Gizi Seimbang untuk Bayi dan Balita

Safwan Sy 0

PESAN GIZI SEIMBANG UNTUK BAYI (0 – 6) BULAN

  1. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi menyusu Dini (IMD) adalah proses menyusu dimulai secepatnya dengan cara segera setelah lahir bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi minimal 1 jam atau sampai menyusu awal selesai. (PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif).

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu:

  • Dapat melatih keterampilan bayi untuk menyusu dan langkah awal membentuk ikatan batin antara ibu dan bayi.
  • Dapat mengurangi stres pada bayi dan ibu.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh berkat bayi mendapat antibodi dari kolostrum
  • Dapat mengurangi risiko hipotermi dan hipoglikemi pada bayi
  • Dapat mengurangi risiko perdarahan pasca persalinan
  1. Berikan ASI Eksklusif sampai umur 6 bulan

Pemberian ASI Eksklusif berarti bayi selama 6 bulan hanya diberi ASI saja. Kebutuhan energi dan zat gizi lainnya untuk bayi dapat dipenuhi dari ASI. Disamping itu pemberian ASI Ekslusif sampai dengan 6 bulan mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan oleh berbagai penyakit (diare dan radang paru) dan mempercepat pemulihan bila sakit serta membantu menjalangkan kelahiran. Pemberian ASI Eksklusif adalah hak bayi yang sangat terkait dengan komitmen ibu dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.

 

PESAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK 6-24 BULAN

  1. Lanjutkan pemberian ASI sampai umur 2 tahun

Pemberian ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun, oleh karena ASI masih mengandung zat-zat gizi yang penting walaupun jumlahnya tidak memenuhi kebutuhan. Disamping itu akan meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi serta meningkatkan sistem kekebalan yang baik bagi bayi hingga ia dewasa. Pemberian ASI bisa dilakukan dengan 2 (dua)  cara,  pertama adalah dengan menyusu langsung pada payudara ibu, sedangkan cara kedua adalah dengan memberikan ASI perah.

Baca juga :   Pesan Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil

Menyusu langsung pada payudara ibu adalah cara yang paling baik karena dapat membantu meningkatkan dan menjaga produksi ASI. Pada proses menyusui secara langsung, kulit bayi dan ibu bersentuhan, mata bayi menatap mata ibu sehingga dapat terjalin hubungan batin yang kuat. Namun, jika ibu bekerja atau terpaksa meninggalkan bayi, ASI tetap dapat diberikan kepada bayi dengan cara memberikan ASI perah.

Cara memerah, menyimpan dan memberikan ASI perah

  • Cara memerah ASI
  1. Sebelum memerah ASI terlebih dahulu disiapkan wadah untuk ASI perah dengan cara:
  • Pilih cangkir, gelas atau kendi bermulut lebar
  • Cuci cangkir tersebut dengan sabun dan air
  • Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir tersebut dan biarkan beberapa menit karena air mendidih akan membunuh sebahagian besar bakteri
  • Bila telah siap memerah ASI, tuangkan air dari cangkir tersebut
  1. Letakan jari dan ibu jari di tiap sisi areola dan tekan ke dalam ke arah dinding dada
  2. Tekan di belakang puting dan areola di antara ibu jari dan telunjuk
  3. Tekan dari samping untuk mengosongkan semua bagian
  • Cara menyimpan ASI perah
  1. ASI perah dapat bertahan di suhu ruang selama 6-8 jam
  2. ASI perah dapat disimpan di lemari pendingin selama 3-8 hari, jika diperlukan penyimapanan jangka panjang dapat dimasukkan ke dalam freezer untuk disimpan selama 3-6 bulan
  3. Letakan ASI perah di bahagian dalam freezer atau lemari pendingin, bukan di dekat pintu agar tidak mengalami perubahan dan variasi suhu
  4. Bila di rumah tidak memiliki lemari pendingin atau freezer, maka ASI perah bisa disimpan di dalam termos yang berisi es untuk jangka waktu 24 jam.
  • Cara Memberikan ASI perah

Cara yang paling baik memberikan ASI perah adalah dengan menggunakan cangkir, sendok atau pipet. Dot tidak dianjurkan karena memiliki efek negatif, karena bayi yang terbiasa menggunakan dot biasanya tidak akan mau menyusu pada payudara ibu.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan ASI perah adalah :

  1. ASI perah dingin dihangatkan dengan cara merendam wadah ASI perah kedalam baskom berisi air hangat.
  2. ASI perah beku perlu dicairkan di lemari pendingin dahulu sebelum dihangatkan
  3. Jangan merebus ASI perah atau menghangatkan ASI menggunakan air mendidih.
  4. Jangan membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair
  5. Tidak ada alasan untuk membuang ASI kecuali bayi menolak.
Baca juga :   Pesan Gizi Seimbang untuk Usia Lanjut

  1. Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai Usia 6 bulan

Selain ASI diteruskan harus memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan anak mulai usia 6 sampai 24 bulan. MP-ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama zat gizi mikro sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal. MP-ASI diberikan secara bertahap sesuai dengan usia anak, mulai dari MP-ASI bentuk lumat, lembik sampai anak menjadi terbiasa dengan makanan keluarga.

MP-ASI disiapkan keluarga dengan memperhatikan keanekaragaman pangan. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro dari MP-ASI keluarga agar tidak terjadi gagal tumbuh, perlu ditambahkan zat gizi mikro dalam bentuk bubuk tabur gizi seperti taburia.

Berdasarkan komposisi bahan makanan MP-ASI dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  1. MP-ASI lengkap yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah.
  2. MP-ASI sederhana yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani atau nabati dengan sayur atau buah.

MP-ASI yang baik apabila:

  1. Padat energi, protein dan zat gizi mikro yang sudah kurang pada ASI (Fe, Zinc, Kalsium, Vit. A, Vit.C dan Folat)
  2. Tidak berbumbu tajam, menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna dan pengawet secukupnya
  3. Mudah ditelan dan disukai anak
  4. Tersedia dan harga terjangkau

 

PESAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK USIA 2 – 5 TAHUN

  1. Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) bersama keluarga

Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi selama sehari dianjurkan agar anak makan secara teratur 3 kali sehari dimulai dengan sarapan atau makan pagi, makan siang dan makan malam. Untuk menghindarkan/mengurangi anak-anak mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi dianjurkan agar selalu makan bersama keluarga. Sarapan setiap hari penting terutama bagi anak-anak, karena mereka sedang tumbuh dan mengalami perkembangan otak yang sangat tergantung pada asupan makanan secara teratur.

  1. Perbanyak mengonsumsi makanan kaya protein seperti ikan, telur, tempe, susu dan tahu
Baca juga :   Status Gizi 1000 HPK Menjadi Pondasi Di Usia Dewasa

Untuk pertumbuhan anak, dibutuhkan pangan sumber protein dan sumber lemak kaya akan Omega 3, DHA, EPA yang banyak terkandung dalam ikan. Anak-anak dianjurkan banyak mengonsumsi ikan dan telur karena kedua jenis pangan tersebut mempunyai kualitas protein yang bagus. Tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati yang kualitasnya cukup baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika memberikan susu kepada anak, orang tua tidak perlu menambahkan gula pada saat menyiapkannya. Pemberian susu dengan kadar gula yang tinggi akan membuat selera anak terpaku pada kadar kemanisan yang tinggi. Pola makan yang terbiasa manis akan membahayakan kesehatannya di masa yang akan datang.

  1. Perbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan adalah pangan sumber vitamin, mineral dan serat. Vitamin dan mineral merupakan senyawa bioaktif yang tergolong sebagai antioksidan yang mempunyai fungsi antara lain untuk mencegah kerusakan sel. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan dan dapat mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker usus besar.

  1. Batasi mengonsumsi makanan selingan yang terlalu manis, asin dan berlemak

Pangan manis, asin dan berlemak banyak berhubungan dengan penyakit kronis tidak menular seperti diabetes mellitus, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

  1. Minumlah air putih sesuai kebutuhan

Sangat dianjurkan agar anak-anak tidak membiasakan minum minuman manis atau bersoda, karena jenis minuman tersebut kandungan gulanya tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan cairan sehari hari dianjurkan agar anak-anak minum air sebanyak 1.200 – 1.500 mL air/hari.

  1. Biasakan bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik setiap hari

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kemudahan akses permainan tanpa aktivitas fisik yang banyak ditawarkan, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua akan perkembangan mental serta psikomotorik anak. Permainan tradisional dan bermain bersama teman penting untuk anak-anak karena dapat melatih kemampuan sosial dan mental anak. Permainan tradisional dan bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dapat mengusir rasa bosan pada anak dan merangsang perkembangan kreativitasnya. Hal ini akan mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

 

REFERENSI

Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang 2014. Jakarta: Direktur Jenderal Bina Gizi  dan KIA.

 

Please Leave a Reply / Comment