Press "Enter" to skip to content

Deteksi Dini Kanker Cervix Melalui Pemeriksaan Pap Smear

Safwan Sy 0

Pap Smear

Papanicolaou test (pap smear) adalah metode screening ginekologi yang dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou. Pap smear merupakan pemeriksaan penapisan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan pra-kanker maupun kanker cervix (mulut/leher Rahim).

Karena itulah, pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan kepada semua wanita yang telah melakukan hubungan seksual yang berusia lebih dari 21 tahun dan dilakukan secara teratur setiap 3-5 tahun atau lebih sering jika memang ditemukan hasil yang abnormal.

Tujuan

Tujuan dilakukan pemeriksaan pap smear adalah sebagai deteksi dini perubahan-perubahan cervix  yang mengarah kepada pra kanker atau pun kanker cervix. Hasil pemeriksaan abnormal akan ditindaklanjuti guna mencegah sel-sel cervix yang abnormal berkembang ke arah kanker yang invansif. Bila ditemukan hasil abnormal, maka terdapat beberapa pemeriksaan lanjutan berupa colposcopy, cervical biopsy, dan cone biopsy.

Prosedur dan Metode

Pemeriksaan pap smear merupakan pemeriksaan inspekulo yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan cara membuka vagina dengan speculum atau cocor bebek sehingga cervix bisa terlihat dengan baik. Selanjutnya, dilakukan dua kali (2x) pengambilan sampel dari endocervix. Sampel pertama diambil dengan sikat halus atau lidi kapas, dan sampel kedua diambil dengan spatula. Kedua sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Ada dua metode pemeriksaan pap smear, yaitu:

  1. Konversional: sampel dari cervix dipulaskan ke atas gelas objek.
  2. Liquid prep atau thin prep: sampel dilarutkan ke dalam cairan.
Baca juga :   Perubahan Fisik Pada Masa Pubertas

Perlu diingat, setelah pemeriksaan pap smear juga dapat terjadi pendarahan dari vagina, tetapi biasanya hanya perdarahan yang minimal.

Persyaratan

Untuk memperoleh hasil yang akurat, sebaiknya melakukan pap smear dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Dilakukan minimal 5 hari setelah menstruasi/haid berhenti.
  2. Sudah menikah atau pernah berhubungan seksual.
  3. Jangan menggunakan tampon, foam, jelly, cream vagina, pelembab, pelicin, atau obat-obatan vagina selama 2-3 hari sebelum pemeriksaan.
  4. Jangan melakukan pencucian vagina (douche) selama 2-3 hari sebelum pemeriksaan.
  5. Jangan melakukan hubungan seksual dalam waktu 2 hari sebelum pemeriksaan.

 

Sumber bacaan:

Lisdayanti. 2016. Pentingnya Pap Smear (Apa & Kenapa Harus Dilakukan). Life Love Laughter Majalah Keluarga Anda Edisi 19-2016. Mitra Keluarga Group

Please Leave a Reply / Comment