Press "Enter" to skip to content

Jaringan Parut Mengganggu Penampilanmu ?

0

Skar (jaringan parut) adalah jaringan fibrosa yang menggantikan jaringan normal yang rusak oleh cedera atau penyakit. Jaringan parut adalah suatu tanda di kulit yang sebelumnya mengalami kerusakan atau perlukan karena kecelakaan, penyakit atau pembedahan.

Pembentukan jaringan parut merupakan suatu proses penyembuhan alamiah dari luka, dimana jaringan kolagen baru terbentuk untuk membetulkan bagian kulit yang cedera. Semakin banyak bagian kulit yang mengalami kerusakan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh. Semakin besar juga kemungkinan terbentuknya jaringan parut yang terlihat jelas.

Ada banyak faktor yang memengaruhi timbulnya jaringan parut pada kulit, antara lain yaitu: kedalaman dan ukuran luka, usia, jenis kelamin, etnis (ras) dan faktor keturunan (genetika). Orang yang berkulit hitam atau memiliki pigmen lebih banyak, lebih rentan terkena skar dibanding orang yang jumlah pigmennya lebih sedikit.

JENIS SKAR (JARINGAN PARUT)

Jaringan parut yang tumbuh bisa memiliki bentuk yang berbeda-beda, bergantung dari jenis luka yang menyebabkannya. Berikut ini adalah beberapa jenis jaringan parut yang umum ditemui:

  1. Keloid

Keloid merupakan jaringan parut yang terbentuk secara berlebihan akibat luka pada kulit, dan ukurannya pun bisa melebihi ukuran luka penyebabnya. Umumnya keloid muncul karena bekas luka jerawat, tindik kuping, bekas luka cacar air (varisela), vaksinasi, bekas luka pasca operasi dan luka bakar.

Berikut ini tanda dan gejala timbulnya keloid:

  • Tumbuh lebih besar atau melebar hingga ke luar bagian luka.
  • Muncul perlahan. Pada umumnya keloid tumbuh dalam waktu 3 hingga 12 bulan setelah terjadinya luka.
  • Berwarna merah muda, merah atau keunguan saat muncul pertama kali.
  • Terasa gatal, panas terbakar dan lunak, namun lambat laun akan mengeras.
  • Saat keloid berhenti tumbuh, warnanya menjadi lebih gelap.
  1. Skar Hipertrofi

Jaringan parut hipertrofi memiliki bentuk yang hampir menyerupai keloid. Namun, jaringan parut hipertrofi cenderung lebih ringan dan tidak tumbuh melebihi batas cedera kulit. Skar hipertrofi mungkin diakibatkan oleh produksi kolagen secara berlebihan pada luka yang sedang dalam proses penyembuhan.

  1. Skar Atrofi
Baca juga  Wajah Pucat, Badan Lemas..? Mungkin Itu Gejala Anemia

Skar atrofi merupakan jaringan parut berukuran kecil yang terbentuk bilamana proses penyembuhan luka terhenti dan dapat disebabkan oleh kondisi medis, seperti jerawat atau varisela (cacar air). Skar atrofi tampak berukuran kecil dan dikelilingi oleh bagian yang agak cekung.

  1. Kontraktur

Kontraktur pada luka merupakan jaringan parut yang terbentuk akibat luka bakar, di mana terjadi pengerutan atau pemendekan jaringan kulit. Tidak hanya membentuk jaringan parut saja, luka bakar juga dapat menyebabkan gangguan pada jaringan bawah kulit. Kontraktur dapat melukai jaringan otot dan saraf, sehingga tidak jarang menyebabkan pergerakan bagian tubuh yang terluka menjadi terbatas.

  1. Windened Scar

Windened scar terjadi apabila luka bekas operasi terengang karena kulit menegang selama proses penyembuhan pasca operasi.

Berikut ini tanda-tanda dari windened scar:

  • Skar terlihat normal, tetapi semakin melebar dalam 2 sampai 3 minggu sesudah operasi.
  • Skar tampak pucat, rata, lunak dan tidak menimbulkan keluhan atau gejala apapun.
  1. Skar Normal

Skar normal merupakan bekas luka yang secara bertahap akan hilang dan rata dengan kulit dalam waktu sekitar 12 sampai 18 bulan.

APAKAH SKAR (JARINGAN PARUT) BERBAHAYA ?

Memiliki kulit yang rentan mengalami skar memang kurang menyenangkan. Bagaimana tidak? Bila terkena luka, bekas luka bukannya menghilang, malah tumbuh menjadi lebih tebal dan besar dengan warna yang berbeda dengan kulit asli.

Skar (jaringan parut) tidak berbahaya dan tidak menimbulkan komplikasi. Meskipun tidak membahayakan kesehatan, namun selain dapat mengganggu penampilan (keluhan estetik), jaringan parut terkadang juga menimbulkan keluhan fisik.

Terapi dan perawatan skar lebih ditujukan untuk memperbaiki penampilan, khususnya bila terjadi di wajah atau bagian yang mudah terlihat. Bagi Anda yang memiliki jaringan parut pada kulit dan ingin menghilangkannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Baca juga  Wajah Pucat, Badan Lemas..? Mungkin Itu Gejala Anemia

TERAPI SKAR

  1. Metode Terapi untuk Skar Atrofi

  • Dermabrasi
    Kulit dibekukan, sesudah itu kulit yang mengalami skar tersebut dikikis dengan menggunakan instrumen khusus.
  • Mikrodermabrasi
    Partikel-partikel berukuran sangat kecil dilepaskan melalui pipa vakum untuk mengikis lapisan paling atas dari skar dan merangsang pertumbuhan sel-sel baru.
  • Eksisi dan Punch Replacement Graft
    Skar disingkirkan melalui pembedahan dan diganti dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh lainnya.
  • Soft Tissue Fillers
    Filler (zat pegisi) yang dibuat dari kolagen sapi, lemak tubuh pasien atau implant polimer, diinjeksikan ke bawah kulit untuk menaikkan cekungan di kulit.
  • Terapi Laser
    Sinar laser yang berupa ultrapulsed carbon dioxide laser, erbium YAG laser atau pulsed dye yellow light laser digunakan untuk menghaluskan, memahat dan menormalkan tampilan skar.
  • Chemical Peeling
    Suatu zat kimia dioleskan pada kulit sehingga mengakibatkan kulit tampak baru dan halus.
  1. Metode Terapi untuk Skar Hipertrofi dan Keloid

  • Occlusive Dressings
    Misalnya silicone: menghasilkan hidrasi, meningkatkan temperatur skar dan mengubah kadar sitokin. Terapi ini dilakukan dengan cara membalutkan gel silikon pada keloid untuk mengempiskan keloid. Studi menyebutkan 34% luka akibat keloid mengempis setelah pasien menggunakan gel silikon setiap hari selama beberapa jam dalam waktu 6 bulan.
  • Pressure Therapy
    Merangsang produksi kolagen dan mengurangi ketebalan skar melalui proses hipoksia jaringan lokal.
  • Injeksi Kortikosteroid Intralesi
    Misalnya Triaacinolone acetonide: Suntikan ini digunakan untuk pengobatan dan pencegahan keloid dan skar hipertrofi. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan fibroblas dan meningkatkan degradasi kolagen. Ini akan melunakkan dan mendatarkan keloid serta memperbaiki gejalanya. Pada umumnya perlu menjalani suntikan 1-2 kali seminggu, umumnya keloid akan mengecil 50%-80%. Meskipun demikian, terkadang keloid dapat tumbuh kembali 5 tahun kemudian.
  • Pulse-Dye Laser
    Sinar kuning berenergi tinggi akan menghilangkan skar kemerahan dan mendatarkan skar hipertrofi dan keloid. Tindakan ini juga dapat mengurangi benjolan keloid dan menyamarkan warna. Seringkali dilakukan bersamaan dengan suntik kortikosteroid.
  • Cryotherapy
    Merupakan metode pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair. Perawatan ini efektif dilakukan pada keloid berukuran kecil. Cryotherapy yang dilakukan sebanyak 3 kali atau lebih, hasilnya lebih maksimal. Zat ini dapat mengempiskan dan mendatarkan keloid, tetapi seringkali meninggalkan bekas kehitaman pada area yang diterapi.
  • Bedah keloid
    Tindakan ini dilakukan dengan mengikis area keloid sepenuhnya. Namun perlu diingat, hampir 100% keloid tumbuh kembali, mengingat luka operasi adalah salah satu risiko penyebab timbulnya keloid. Biasanya pengobatan ini merupakan alternatif terakhir dengan mempertimbangkan semua risiko dan manfaatnya.
  • Radiasi
    Terutama ditunjukan pada skar yang esisten terhadap peralatan terapi lainnya.
Baca juga  VERTIGO ; Ketika Bumi Terasa Berputar Sangat Cepat

 ANJURAN

  1. Konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk memilih cara penanganan skar yang tepat, baik cara bedah atau non bedah.
  2. Hindari trauma pada kulit, bedah elektif kosmetik, tato atau tindik untuk mengurangi kemungkinan timbulnya keloid.
  3. Skar akibat jerawat dapat diminimalkan melalui pengobatan jerawat secara efektif.
  4. Abrasi minor harus dilembabkan dengan salep atau semi-occlusive dressing (yang bersifat tahan air, tetapi dapat dilalui oleh uap dan oksigen), karena kondisi yang lembab akan mempercepat penyembuhan dan luka yang mendapat oksigen sembuh lebih cepat dari pada yang kurang mendapatakan oksigen (hipoksia). Luka yang lambat sembuh ( >10 hari) lebih besar kemungkinannya untuk mengalami skar hipertrofi.
  5. Merokok dan rendahnya asupan vitamn (misalnya vitamin C dan zink) dapat berdampak negatif terhadap proses penyembuhan luka.
  6. Gunakan selalu perlengkapan pengaman pada saat berolahraga atau bermain, seperti helm, pelindung lutut, bantalan siku, untuk mencegah terjadi cedera yang akan mengakibatkan skar.
  7. Kosmetik juga dapat digunakan untuk menutupi skar, sehingga memperbaiki penampilan.
  8. Terapi tekanan atau bantalan jeli dengan silikon yang dioleskan sesudah cedera dapat mencegah pembentukan keloid.

 

REFERENSI

  • Anonim. 2014. MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 14, 2014/2015. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
  • Noya, Allert. 2017. Berbagai Jenis Jaringan Parut pada Kulit dan Cara Mengatasinya (online). http://www.alodokter.com/berbagai-jenis-jaringan-parut-pada-kulit-dan-cara-mengatasinya. Diakses 27 Desember 2017.
  • Pedoski. 2017. Anda Punya Keloid? Begini Cara Mengatasinya (online). http://www.perdoski.org/news/169-anda-punya-keloid-begini-cara-mengatasinya. Diakses 27 Desember 2017.

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »