Press "Enter" to skip to content

Kenali dan Cegah Penyakit Difteri Sekarang Juga

0

( GRATIS Download Materi Difteri , tapi baca dulu sekilas yaaaa……)

RINGKASAN MATERI

Pengertian

  • Difteri adalah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang tonsil, faring, laring, hidung, adakalanya menyerang selaput lendir atau kulit serta konjungtiva dan vagina.
  • Difteri mudah menular dan dapat menyerang siapa saja yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit ini terutama anak-anak.
  • Meskipun demikian, orang dewasa juga tetap perlu waspada karena difteri bisa terjadi pada orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan terhadap difteri.

Penyebab

  • Bakteri penyebab difteri adalah Corynebacterium diphtheria, merupakan bakteri gram positif yang bersifat polimorf, tidak bergerak, dan tidak berbetuk spora.

Masa Inkubasi

  • Masa inkubasi penyakit difteri adalah 2-5 hari

Tanda dan Gejala

  • Gejala mulai timbul dalam waktu 1-4 hari setelah terinfeksi.
  • Secara umum gejala yang timbul berupa: demam yang tidak terlalu tinggi, denyut jantung cepat, lesu dan lemah, menggigil, nyeri saat menelan, sekret hidung kuning kehijauan, selaput putih keabuan di tenggorokan, anoreksia, pucat, pembengkakan kelenjar limfa di leher, sakit kepala, sesak napas dan suara serak.

Cara Penularan

  • Penularan yang paling sering terjadi ialah dari orang ke orang melalui saluran pernafasan yaitu droplet saat penderita atau carrier batuk, bersin dan berbicara.
  • Penularan juga bisa terjadi dari kulit yang luka atau artikel kotor dengan tertular dari luka orang yang terinfeksi.
  • Penderita dapat bertahan hingga kurang lebih 2 minggu dan jarang lebih dari 4 minggu tanpa antibiotik.

Komplikasi

  • Komplikasi penyakit difteri antara lain obstruksi jalan napas, bronkopneumonia, atelektasis paru, miokarditis, nefritis dan gangguan susunan saraf.

Pencegahan

  • Masyarakat dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang batuk dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika anggota keluarganya ada yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan
  • Cakupan imunisasi yang tinggi dan kualitas layanan imunisasi yang baik sangat menentukan keberhasilan pencegahan penyakit difteri.
Baca juga  Vaksin TT & VAKSIN BIO-TT

Imunisasi Difteri

  • Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda.
  • Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan.
  • Selanjutnya diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib.
  • Pada anak sekolah tingkat dasar kelas 1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

(materi lengkap silahkan Saudara baca dan download secara gratis pada kolom materi di bawah ini)

Bagi Sobat yang masih penasaran  gimana siihh penyakit difteri ituu..??
Sobat bisa langsung lihat video di bawah ini !!!!

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »