Press "Enter" to skip to content

Bayi Demam dan Rewel Setelah Imunisasi? Jangan Panik

Safwan Sy 0

Hal yang paling sering dikhawatirkan oleh orang tua (ibu khususnya) setelah bayinya diimunisasi adalah suhu tubuh bayi meningkat/tinggi (demam) yang berakibat bayi sering rewel. Sehingga beberapa orang tua tidak ingin membawa bayinya untuk diimunisasi, karena mereka berpikir imunisasi bukan membuat bayi sehat, malah membuat bayi tambah sakit.

Sebenarnya, demam merupakan suatu  reaksi simpang  atau dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang umum dan wajar dialami bayi setelah mendapat imunisasi. Orang tua tidak perlu khawatir karena bila demam dapat ditangani dengan baik, maka tidak akan menjadi masalah.

Kenapa bayi demam setelah imunisasi?

Ketika bayi diimunisasi, tubuh bayi dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Kemudian, tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dan ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di masa akan datang, sistem imun tersebut dapat merespon dengan cepat untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Saat membentuk respon imun setelah bayi diimunisasi, saat inilah tubuh memberikan respon, seperti demam, gatal dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru, gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Baca juga :   Flubio Vaksin Influenza HA

Tidak semua imunisasi memberikan respon demam, beberapa mungkin menyebabkan demam, seperti imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus).

Tidak semua bayi juga mengalami respon demam, ada yang demam dan juga ada yang tidak, setiap bayi menunjukkan respon yang berbeda-beda setelah imunisasi.

Lakukan cara berikut jika bayi demam setelah imunisasi

Jangan panik, jika bayi mengalami demam setelah imunisasi baik DPT ataupun campak, karena gejala ini sebenarnya wajar. Lakukan cara-cara ini untuk menurunkan suhu tubuhnya dan mengurangi rasa tidak nyaman bagi bayi:

  1. Ibu dianjurkan untuk menigkatkan asupan ASI sesering mungkin untuk bayi.
  2. Kenakan pakaian yang tipis atau pakaian berbahan sejuk dan mudah menyerp keringat.
  3. Peluk atau berikan dekapan atau berikan pijatan lembut.
  4. Kompres menggunakan air hangat (di bagian leher, lengan, ketiak atau lipatan paha) dan tidak boleh menggunakan air dingin.
  5. Bekas suntikan yang nyeri dan bengkak dapat dikompres menggunakan air dingin.
  6. Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam) atau sesuai anjuran dokter.
  7. Bayi boleh dimandikan atau cukup diseka dengan air hangat.
  8. Hindari bayi dari aktifitas berlebihan dan tingkatkan waktu istirahatnya.
  9. Gunakan selalu alat pengukur panas (termometer) untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.
  10. Segera bawa ke dokter jika bayi sudah menunjukkan gejala, seperti demam makin tinggi lebih dari 40 derajat C, anak menangis lebih dari 3 jam pada satu waktu, menjadi lesu, kantuk berlebihan dan mengalami kejang karena demam sangat tinggi.
Baca juga :   Seberapa Jauh Kita Mengetahui Tentang Imunisasi..??

Hal yang perlu diperhatikan sebelum bayi diimunisasi

  1. Pastikan bayi dalam kondisi sehat (tidak sedang menderita infeksi akut yang disertai demam, diare atau lainnya).
  2. Ikuti dan patuhi jadwal imunisasi dengan benar.
  3. Konsultasi dengan dokter jika bayi Anda mengalami kondisi berikut:
  • Reaksi berat terhadap vaksin sebelumnya.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu.
  • Bayi dengan gangguan leukemia, disgammaglobulinemia atau terinfeksi HIV.
  • Bayi dengan defisiensi sistem kekebalan.
  • Bayi dalam pengobatan imunosupresif.
  1. Tanyakan informasi kepada dokter atau tim medis mengenai efek yang mungkin timbul setelah imusisasi serta cara menanganinya. Hal ini akan sangat membantu dan menghindari kekhawatiran yang berlebihan.

 

REFERENSI

  • Kemenkes RI. 2015. Buku Ajar Imunisasi. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan
  • Veratamala, Arinda. 2017. Kenapa Anak Demam Setelah Imunisasi? (online). https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/kenapa-anak-demam-setelah-imunisasi/. Diakses 31 Desember 2017
  • www.biofarma.co.id

 

Please Leave a Reply / Comment