Press "Enter" to skip to content

Aspek Kesehatan dan Penyediaan Air Minum

0

ASPEK KESEHATAN DAN PENYEDIAAN AIR MINUM

Pengertian

Menurut Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang melalui syarat dan dapat langsung diminum

Menurut Goncharuk (2013) air minum adalah air yang memiliki organoleptik, sifat fisiokimia, dan sifat bioligis dapat memenuhi kebutuhan manusia dan tidak berwarna atau berbau, harus memiliki ketentuan rasa dari adanya pemenuhan secara fisiologika garam kalsum, magnesiaum, natirum, dan kalium yang berhubungan dengan konsentrasi.

Sedangkan menurut Gwimbi (2011), air minum adalah air yang memiliki kualitas memadai ditinjau dari parameter fisik, kimia, dan bakteriologi.

Sumber air minum

Berdasarkan UUD RI NO. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air, sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan buatan yang terdapat di atas, ataupun di bawah permukaan tanah.

Banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan sebagai air baku untuk air minum, yaitu air hujan, air permukaan, air tanah dan air mata air. Sumber air tersebut merupakan sumber alami yang dapat dimanfaatkan untuk sumber air utama.

Pengolahan air minum

  • Pengolahan air secara alamiah

Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air kali, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zatyang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

  • Pengolahan air dengan menyaring
Baca juga  Slogan dan Visual Gizi Seimbang

Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

  • Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia

Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnyaklor (Cl).

  • Pengolahan air dengan mengalirkan udara

Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

  • Pengolahan air dengan memanaskan sampai mendidih

Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga.

  • Pengolahan air sungai

Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

  • Pengolahan mata air

Air dari sumber mata air terlindung dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

  • Pengolahan air untuk rumah tangga

Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Sehingga yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali.

  • Pengolahan air hujan
Baca juga  Slogan dan Visual Gizi Seimbang

Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing-masing melalui aliran talang. Keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk kekurangan air di musim kemarau.

Persyaratan kualitas air minum

Persyaratan kualitas air minum sebagaimana yang ditetapkan melalui Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, radioaktif dan fisik. Terdapat 2 parameter kualitas air minum yaitu parameter wajib dan parameter tambahan.

Sistem penyediaan air minum

Peraturan pemerintah yang mengatur tentang sistim penyediaan air minum adalah PP nomor 16 tahun 2005. Sistem penyediaan air minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) non fisik dari prasarana dan sarana air minum.

SPAM dapat dilakukan melalui sistem jaringan perpipaan dan/atau bukan jaringan perpipaan. SPAM dengan jaringan perpipaan dapat meliputi: unit air baku, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan, dan unit pengelolaan. SPAM bukan jaringan perpipaan dapat meliputi: sumur dangkal, sumur pompa tangan, bak penampungan air hujan, terminal air, mobil tangki air, instalasi air kemasan, atau bangunan perlindungan mata air.

Penyakit berhubungan dengan air minum

Bakteri

  • Disentri (Shigela dysentriae)
  • Typhus dan Paratyphus (Salmonela typhosa)
  • Kolera (Vibrio cholerae)
  • Gastroenteritis (E .Coli)
  • Gastroenteritis Acut (Camphilobacter)
  • Leptospirosis (Leptospira)

Virus

  • Terdapat lebih dari 140 jenis virus yang hidup di air (kuhusnya air limbah) dan dapat menyebabkan penyakit pada kulit, saluran pernafasan, saluran pencernakan bahkan kelumpuhan.
  • Contoh hepatitis dan poliomyelitis.

Protozoa dan Parasit

  • Terjadi wabah karena konsumsi air yang di khlorinasi tanpa disaring, air tidak diolah, diolah tapi tidak sempurna. Contohnya Giardia lamblia dan Entamoeba histolytika.
  • Parasite cacing (helminthic parasite) yang paling sering adalah teania sp (cacing pita), toxocara canis (cacing pita pada anjing), trichuris trichura (cacing cambuk) dan ascaris lumbricoides (cacing tambang).
Baca juga  10 Pesan Umum Gizi Seimbang

Zat kimia

  • Zat kimia yang bersifat racun dan berbahaya terhadap manusia seperti logam berat, pestisida, senyawa micropolutan hydrocarbon dan zat radioaktif alami ataupun buatan.

(materi lengkap silahkan Saudara baca dan download secara GRATIS pada kolom materi di bawah ini)

Semoga materinya bermanfat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »