Press "Enter" to skip to content

Abortus ; Keguguran Pada Kehamilan

0

Pengertian Abortus

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram, sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu, namun setelah 20 minggu maka disebut dengan kelahiran prematur.

Penyebab Abortus

  1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, biasa menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu, faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah:
  • Kelainan kromosom, terutama trisomi autosom dan monosomi X.
  • Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna.
  • Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan, tembakau dan alkohol.
  1. Kelainan pada plasenta,misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun.
  2. Faktor maternal, seperti pneumonia, tifus, anemia berat, keracunan dan toksoplasmosis.
  3. Kelainan traktus genitalia, seperrti inkompetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua), retroversi uteri, mioma uteri dan kelainan bawaan uterus.

Manifestasi Klinis

  • Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu.
  • Pada pemeriksaan fisik: keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat.
  • Perdarahan pervagina, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi.
  • Rasa mules dan keram perut di daerah atas simfesis, sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus.
  • Pada pemeriksaan ginekologi inspeksi vulva: perdarahan pervagina, ada/tidak jaringan hasil konsepsi, tercium/tidak bau busuk dari vulva.
  • Pada pemeriksaan ginekologi inspekulo: perdarahan dari kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah tertutup, ada/tidak jaringan keluar dari ostium, ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
  • Pada pemeriksaan ginekologi colok vagina: porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, kavum douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri.
Baca juga  Usia Remaja ; Apa Saja Karakter dan Tugasnya ??

 Jenis-Jenis Abortus

Abortus dapat dibagi ke dalam 3 golongan, yaitu:

  1. Abortus Spontan
    Merupakan abortus yang terjadi dengan tidak didahului oleh faktor mekanis atau pun medisinalis, namun semata-mata disebabkan oleh faktor alamiah. Biasanya abortus spontan dikarenakan oleh kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.
  1. Abortus Buatan (Kriminalis)
    Merupakan abortus yang terjadi karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
  1. Abortus Medisinalis (Terapeutik)
    Merupakan abortus buatan berdasarkan indikasi medis, dengan alasan apabila kehamilan dilanjutkan dapat membahayakan jiwa ibu.

Berdasarkan jenisnya abortus dibagi menjadi 7 macam, yaitu: abortus iminens, abortus insipien, abortus inkomplit, abortus komplit, missed abortion, abortus habitualis dan abortus infeksiosus.

  1. Abortus Iminens (Threatened Abortion)

  • Abortus iminens adalah terjadinya perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu, dimana janin masih berada di dalam rahim dan tanpa disertai pembukaan dari leher rahim.
  • Apabila janin masih hidup maka kehamilan dapat dipertahankan, akan tetapi apabila janin mengalami kematian, maka dapat terjadi abortus spontan.
  • Dicurigai bila terjadi perdarahan pervagina pada trimester pertama kehamilan. Perdarahan seringkali hanya sedikit, namun hal tersebut berlangsung beberapa hari atau minggu. Dapat atau tanpa disertai mules ringan, sama dengan pada waktu menstruasi atau nyeri pinggang bawah.
  1. Abortus Insipient (Inevitable Abortion)

  • Abortus insipiens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari rahim pada kehamilan sebelum 20 minggu, dengan adanya pembukaan leher rahim, namun janin masih berada di dalam rahim.
  • Pada tahapan ini terjadi perdarahan dari rahim dengan kontraksi yang semakin lama semakin kuat dan semakin sering, diikuti dengan pembukaan leher rahim. Gejalanya perdarahan sedang hingga masif/banyak, serviks terbuka, TFU sesuai usia kehamilan, nyeri perut bawah, belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi.
  • Penanganannya yaitu evakuasi hasil konsepsi dengan uterotonika dan kuretase.
  1. Abortus Inkomplit (Incomplete Abortion)

  • Pada abortus inkomplit, produk konsepsi (janin) sebagian sudah keluar akan tetapi masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim.
  • Gejala yang terjadi adalah keram pada rahim disertai perdarahan rahim dalam jumlah banyak, terjadi pembukaan, dan sebagian jaringan keluar.
  • Penanganan yang dilaksanakan adalah mengawasi kondisi ibu agar tetap stabil dan pengeluaran seluruh jaringan hasil konsepsi yang masih tertinggal di dalam rahim dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat-obat uterotonika dan antibiotika.
  1. Abortus Komplit (Complete Abortion)

  • Merupakan abortus dimana keseluruhan hasil konsepsi dikeluarkan (fetus dan plasenta) sehingga tidak ada yang tertinggal di dalam kavum uteri.
  • Gejalanya perdarahan bercak, serviks tertutup/terbuka, uterus lebih kecil dari usia gestasi, sedikit/tanpa nyeri perut bawah, riwayat ekspulsi hasil konsepsi.
  1. Missed Abortion

  • Embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu, akan tetapi hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau lebih.
  • Gejala diantara amenoare, perdarahan sedikit-sedikit yang berulang pada permulaannya, serta selama observasi fundus tidak bertambah tinggi, namun bertambah rendah.
  • Biasanya didahului tanda abortus iminens yang kemudian menghilang secara spontan atau setelah pengobatan.
  1. Abortus Habitualis (Keguguran Berulang)

  • Abortus berulang (recurrent abortion) adalah keadaan dimana penderita mengalami abortus spontan yang terjadi berturut-turut 3 kali atau lebih.
  • Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu.
  1. Abortus Infeksiosus (Septic Abortion)

  • Abortus infeksiosus adalah keguguran yang disertai infeksi berat saluran reproduksi dengan penyebaran kuman atau toksinnya ke dalam peredaran darah atau periotenum.
  • Abortus infeksiosus sering ditemukan pada abortus inkomplit dan abortus kriminalis tanpa memperhatikan syarat-syarat aseptik dan antiseptic.
Baca juga  Memilih Metode dan Jenis Alat Kontrasepsi yang Sesuai

Komplikasi Abortus

  • Perdarahan, bisa berakibat kematian jika perdarahan tidak ditangani secara cepat dan tepat.
  • Perforasi uterus.
  • Infeksi dalam uterus dan adneksa.
  • Syok, bisa terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) dan karena infeksi berat (syok endoseptik).

 

Bahan Bacaan

  • Joseph HK dan M. Nugroho S. 2010. Catatan Kuliah Ginekologi dan Obstretri (Obsgyn). Yogyakarta: Nuha Medika.
  • Mansjoer, Arif, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2. Edisi III. Jakarta: Media Aesculapius FKUI.
  • Nugroho, Taufan. 2010. Buku Ajar Obstretri untuk Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

 

Please Leave a Reply / Comment

Translate »